Pajak Hotel

UP.jpg

PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK HOTEL

Hotel adalah fasilitas penyedia jasa penginapan/peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya dengan dipungut bayaran, yang mencakup motel, losmen, gubuk pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan dan sejenisnya, serta rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari 10 (sepuluh).

Pajak Hotel yang selanjutnya disebut Pajak, adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh hotel.

- OBJEK PAJAK

  1. Dengan nama Pajak Hotel dipungut pajak atas setiap pelayanan di hotel.
  2. Objek Pajak Hotel adalah pelayanan hotel yang disediakan oleh hotel dengan pembayaran, termasuk jasa penunjang sebagai kelengkapan hotel yang sifatnya memberikan kemudahan dan kenyamanan, termasuk fasilitas olah raga dan hiburan.
  3. Objek Pajak Hotel sebagaimana dimaksud ayat (2) termasuk jasa penginapan atau fasilitas tinggal jangka pendek antara lain motel, losmen, gubuk pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan dan sejenisnya termasuk rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari 10 (sepuluh).
  4. Jasa penunjang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah fasilitas telepon , faksimile, teleks, internet, fotokopi, pelayanan cuci, seterika, tranportasi dan fasilitas sejenis lainnya yang disediakan atau dikelola hotel.
  5. Fasilitas olah raga dan hiburan sebagaimana dimaksud ayat (2) adalah fasilitas yang disediakan oleh hotel hanya untuk tamu hotel bukan untuk umum.
  6. Untuk tamu hotel dan umum yang menggunakan fasilitas olahraga dan hiburan atau sarana lainnya dengan dipungut bayaran dikenakan pajak lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

   > Tidak termasuk objek pajak sebagaimana dimaksud dalam angka (1), adalah :

  1. Jasa tempat tinggal asrama yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah;
  2. Jasa sewa apartemen, kondominium, dan sejenisnya;
  3. Jasa tempat tinggal dipusat pendidikan atau kegiatan keagamaan;
  4. Jasa tempat tinggal di rumah sakit, asrama perawat, panti jompo, panti asuhan dan panti sosial lainnya yang sejenis; dan
  5. Jasa biro perjalanan atau perjalanan wisata yang diselenggarakan oleh hotel yang dapat dimanfaatkan oleh umum.

- SUBJEK PAJAK

  1. Subjek Pajak Hotel adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pembayaran kepada orang pribadi atau badan yang mengusahakan hotel.
  2. Wajib Pajak Hotel adalah orang pribadi atau badan yang mengusahakan hotel.

- WAJIB PAJAK

  • Wajib Pajak Hotel adalah orang pribadi atau badan yang mengusahakan hotel.

- DASAR PENGENAAN PAJAK

  • Dasar Pengenaan Pajak Hotel adalah jumlah pembayaran atau yang seharusnya dibayar kepada hotel.

- TARIF PAJAK

  • Tarif Pajak Hotel ditetapkan sebesar 10% (sepuluh persen).

- CARA PERHITUNGAN PAJAK

  • Besaran pokok Pajak Hotel yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak yaitu 10% dengan dasar pengenaan pajak yaitu jumlah pembayaran atau yang seharusnya dibayar kepada hotel.

- MASA PAJAK

  • Masa Pajak adalah jangka waktu yang lamanya satu bulan kalender.

- SAAT TERUTANG PAJAK

  • Pajak Terutang dalam masa pajak terjadi pada saat pelayanan di hotel.
Jane Doe

Paul Jacobsen

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt labored et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

Share This Post